Marlin dan Boga Bahari

Selama ini saya lebih banyak mengenal istilah sari laut untuk makanan yang berbahan dasar hasil laut. Seperti pagi ini saya menyantap ikan Marlin (fillet) yang dibakar oleh adik saya, Alim.
Alim atau lengkapnya Mursalim Djafar, SH, pria kelahiran Makassar dan saat ini berprofesi sebagai PNS di lingkup Pemkab Maros Sulsel. Sebelum menjadi PNS dia merupakan wartawan angkatan pertama (?) di harian yang baru saja dinobatkan sebagai koran paling depan dalam hal pemanfaatan sosial media, Tribun Timur.
Alumnus SMA Negeri III Makassar ini, pernah juga aktif di teater tiga Makassar kemudian aktif di beberapa pembuatan parodi untuk sekolah-sekolah, termasuk membuat skenario dan menyutradarai parodi yang dipentaskan di kampus AKPAR Makassar, saat kampusnya masih menumpang di eks kampus APDN jalan Cendrawasih nomor 259 Makassar.
Marlin salah satu jenis ikan laut yang katanya dilindungi, namun entah kenapa ada diperdagangkan di tempat penjualan ikan bakar.
Dalam sebuah sumber, dituliskan marlin atau ikan todak (Xiphias gladius) atau adalah sejenis ikan laut yang rahang atas dan moncongnya memanjang berbentuk seperti pedang pipih dan kuat, berukuran hampir sepertiga panjang badan ikan tersebut. Tubuh ikan todak panjang membulat dapat mencapai 2 – 4,6 m dan dapat berbobot hingga 650 kg. Kulitnya licin tidak bersisik, bagian atas tubuhnya berwarna keunguan atau kebiruan dan bagian bawah tubuhnya keperakan. Banyak terdapat di perairan tropis dan perairan iklim sedang. Ikan todak satu-satunya anggota famili Xiphiidae.
Nama ilmiahnya berasal dari paruhnya yang panjang dan tajam menyerupai pedang (Latin gladius) atau tombak. Pedang tersebut bersama dengan bentuk tubuh yang melancip memungkinkan ikan todak menyibak air dengan mudah dan lincah. Berlawanan dengan kepercayaan, pedangnya itu tidak dipakai menombak, melainkan untuk memukul untuk melukai mangsanya, untuk membuat mangsa tersebut mudah ditangkap. Untuk menangkap mangsanya, ikan todak sangat bergantung pada kecepatannya yang dapat mencapai 80 kilometer per jam serta kelincahan dalam air.Ikan ini pun di juluki ikan tercepat di laut. Satu penggunaan untuk pertahanan yang mungkin dari pedangnya adalah melindungi dirinya dari pemangsa alaminya yang sedikit. Hiu mako sirip-pendek adalah salah satu binatang laut jarang yang cukup besar dan cepat untuk mengejar dan membunuh seekor ikan todak, namun hiu itu tidak selalu menang. Kadang-kadang, saat berjuang melawan seekor hiu, seekor ikan todak dapat membunuh hiu tersebut dengan menusuknya di insang atau perut.
Kembali ke istilah sari laut, ternyata di wikipedia dikenal istilah boga bahari. Boga bahari, makanan laut atau hidangan laut (bahasa Inggris: seafood) adalah sebutan untuk makanan berupa hewan dan tumbuhan laut yang ditangkap, dipancing, diambil dari laut maupun hasil budidaya. Burung dan burung air yang terdapat di laut tidak termasuk ke dalam makanan laut.

image

About tettaisla

orang biasa yang mencoba bergaul dengan orang-orang yang biasa melahirkan karya-karya luar biasa
This entry was posted in Food Production. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s