Buah tangan dari Balikpapan

Terakhir kali saya menginjakkan kaki di Balikpapan sekitar tahun 1986, artinya ada selang waktu kurang lebih 21 tahun untuk melihat kota minyak ini kembali. Wajah kotanya sudah pasti sangat berubah, pusat perbelanjaan semakin banyak, lalu lintasnya semakin ramai dan yang tidak kalah menariknya adalah terbangunnya kota baru yang dikenal dengan Balikpapan Baru.

Kunjungan saya kali ini untuk melakukan monitoring trainee mahasiswa AKPAR, baik yang ada di PT. Prasmanindo Boga Utama (PBU) maupun yang lagi magang di Le Grandeur Hotel, sayang sekali waktu trainee visit yang sangat singkat sehingga saya dan rekan saya Putu Suarta, tidak sempat bertemu trainee AKPAR yang berada di lokasi tambang.

Dengan pesawat merpati yang tidak delay kami tiba di Bandara International Sepinggan (kapan yaaa Hasanuddin menjadi Bandara International ?), sekitar pukul 13.00 wita dan dijemput oleh “Raja Kecil Balikpapan” Mr. Fadlan. Fadlan ini alumni Akpar (prodi Tata Hidangan). Disebut Raja Kecil karena beragamnya bidang usaha yang digeluti, mulai dari menjadi operation manager sebuah hotel di Sangatta, staf pengajar di sebuah universitas, manajer sebuah shisha café sampai ikut terjun dalam forex (menurut rekan Denis Lakahena ada sekitar enam bidang usaha berbeda yang digelutinya).

Visit pertama adalah kantor PT. Prasmanindo Boga Utama (PBU) yang berjarak sekitar 500 meter dari bandara. Alangkah kagetnya kami karena ternyata di sana bertemu dengan dua orang alumni Akpar yang sedang mengikuti training sebagai new kid on the block PBU, sementara itu kami juga sempat bertemu dengan veteran le brigade de la cuisine syarifuddin (menurut Fadlan, hanya bule Perancis di atasnya, kalo bicara masalah pekerjaan).

Setelah menunggu akhirnya kami bertemu dengan Bapak Eddy Mandala, putra Bugis yang memulai kariernya sebagai cook hingga menjadi Operation Manager PT. PBU, perbincangan dengan Bapak Eddy langsung hangat karena perasaan sekampung yang kental, ditambah lagi dengan sikap Bapak Eddy yang sangat kekeluargaan. Tema perbincangan dimulai dari keadaan trainee Akpar yang menurut beliau belum ada masalah sampai saat ini, tema obrolan kemudian menjadi ‘mengharubiru’ karena lucunya.

Alkisah suatu kesempatan Bapak Eddy meng-entertain aparat dari sebuah dinas yang erat kaitannya dengan masalah ketenaga-kerjaan, acara entertain berjalan dengan lancar, namun menjadi lain ketika beberapa hari kemudian sang ‘amtenaar’ menelepon Sang Operation Manager dan memberitahukan bahwa dia akan “pulang kampung” yang berada di ujung sebuah pulau. Diluar dugaan penelepon, Bapak Eddy menjawab : ‘Selamat Jalan Pak, semoga tiba di tujuan dengan selamat !’. Bisa dibayangkan bagaimana dongkolnya Sang Amtenaar mendengar jawaban yang tidak ia harapkan. Pada kesempatan lain PT.PBU melalui Bapak Eddy meng-entertain pejabat yang lain ke sebuah restaurant ikan bakar namun sang pejabat menolak dan meminta “mentahnya” saja. Dengan tanggap Bapak Eddy menelepon fish supplier-nya untuk mengirimkan sejumlah kilogram ikan mentah ke rumah pejabat tersebut. Kebayang lucunya ?. Namun keadaan menjadi lain ketika ada suatu persoalan tenaga kerja yang harus diselesaikan oleh PT. PBU di kantor tenaga kerja. Pihak kantor tenaga kerja menelepon Pak Eddy dan mengatakan kalau pak Eddy tidak dapat menjalin ‘komunikasi yang baik’.

Dari cerita itu terbayang mental aparat kita yang masih juga berkutat dengan “sangu pulang kampong” dan “mentahnya saja”. Apakah mental aparat ini yang layak disebut sebagai Abdi Masyarakat dan Abdi Negara. ?. Diakhir perbincangan Pak Eddy mengutus stafnya untuk mengantar kami ke hotel sekaligus “menanggung” sewa kawar kami.

Kami menginap di sebuah hotel di bilangan Jalan Jenderal Sudirman, Nuansa Indah namanya, hotel ini sementara renovasi dan kami menempati gedung baru dengan kamar baru. Kamarnya cukup representative bila dilihat dari segi fisik, keadaan kamar sangat bersih (bersih dari blanket, hand towel, tooth kit, bath foam, shavers, matches, serta nomor telepon housekeeping, hampir lupa, housekeeping juga tidak menyediakan sajadah sebagai guest loan item).

Hari kedua saya sholat Jumat di Masjid yang terletak dalam kompleks pertamina, sesuai dengan lokasinya maka masjid ini kelihatan sangat makmur. Masjid ini terbilang sangat luas, dalam ruangan tergantung dua buah big white screen yang mengapit sebuah mimbar dan mihrab. Secara umum masjid ini sangat bersih dan asri, dilengkapi dengan beberapa ruang perkantoran, toko buku merangkap penjual busana muslimah, sementara di pelataran masjid tersedia mini market dan warung nasi padang dengan system prasmanan.

Hotel visit saya yang kedua adalah Le Grandeur Hotel, begitu mendengar namanya saya langsung teringat sahabat lama, Feby Sofia Bunda. Perkenalan pertama saya dengan cewek berkulit putih bersih ini terjadi beberapa tahun yang lalu di sebuah hotel bintang lima di Makassar, Sahid Jaya Makassar. Ia kemudian pindah berkarier di Clarion Hotel & Convention.

Di Le Grandeur Hotel saya bertemu dengan Quality Assurance Manager, Yodi Sunjoyo Putro, pria berkacamata, berpostur cukup tinggi, bekulit putih bersih dan dengan penampilan yang sangat charming. Quality Assurance Manager merupakan jabatan yang saya anggap seperti ‘polisi’ sekaligus ‘guru’. Polisi karena ia dengan kameranya siap mengabadikan semua pelanggaran oleh karyawan dan keadaan yang ‘un-standardized’. Guru karena ia juga dengan sukarela memberikan training kepada semua karyawan hotel. Seingat saya jabatan ini tidak dimiliki oleh satupun hotel di Makassar.

Perbincangan kami berlangsung di matahari lounge semakin ramai dengan kehadiran Feby yang ikut bergabung (setelah sebelumnya Feby mengajak kami lunch namun dengan sangat sayang kami tak dapat memenuhinya karena keterbatasan waktu). Perbicangan yang awalnya hanya berkisar hal-hal yang ringan menjurus ke hal yang sangat serius, apalagi kalau bukan bagaimana menyiapkan SDM pariwisata, khususnya hotel.

Menurut Yodi kekeliruan yang sering dilakukan trainee adalah ketidak-mampuannya untuk ‘belajar’ tentang hotel tempatnya training. Menurut Yodi, seorang trainee seharusnya jangan hanya menjalankan pekerjaan craft level, namun lebih jauh adalah bagaimana setiap trainee mengetahui lebih detail mengapa ia melakukan tugas itu, bagaimana melakukan tugas itu serta apa tujuan tugas itu. Hal ini menurut Yodi akan memacu semangat belajar setiap trainee, sehingga nantinya pada saat berkarier di hotel, ia tidak hanya akan menjadi tenaga craft level lengkap dengan ketidak-patian masa depan.

Menurut Yodi, trainee di Le Grandeur wajib membuat laporan training sesuai dengan format yang telah ditetapkan. Laporan ini harus digarap secara rutin agar tidak menyulitkan para trainee itu sendiri. Bila laporan ini digarap di akhir masa training, dipastikan si trainee akan mengalami kesulitan. Kekurangan sarana untuk membuat laporan, semisal computer, dapat trainee atasi dengan bersosialisasi dengan karyawan hotel agar dapat memanfaatkan computer setelah office hour. Laporan ini harus dibuat kemudian diperiksa dan apabila diterima, barulah si trainee mendapatkan sertifikat.

Disamping itu untuk meningkatkan pengetahuan para trainee maka le Grandeur hotel melalui Yodi melakukan petemuan secara berkala. Dalam pertemuan itu evaluasi dan up grading dilakukan. Sungguh usaha yang amat mulia, mengingat hotel adalah industri yang tentu saja profit oriented namun masih memikirkan bagaimana menyiapkan SDM yang handal.

About tettaisla

orang biasa yang mencoba bergaul dengan orang-orang yang biasa melahirkan karya-karya luar biasa
This entry was posted in potpourri. Bookmark the permalink.

3 Responses to Buah tangan dari Balikpapan

  1. Yodi Sunjoyoputro says:

    it’s an amazing report! very details and the way you are describing the situation like a professional journalist, i hope we can meet again, chit chat and share our experience, keep your flag flying high and i wish you all the best in your business, career, family and/or whatever you are curently pursuing, send my best regards to pak Putu

  2. Feby says:

    It was very nice been visited by old friends, especially when they frame the moment to an amazing report with a very nice presentation like this, it so honored for allowing us to write and join your web. Pak Isla succes for you, best theacer and friend.
    See you when i see you

  3. Pingback: unpas,universitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s