Kompeten or Impoten ???

Tanggal 29 – 31 Januari 2008, telah dilaksanakan uji kompetensi bagi karyawan hotel, mahasiswa perhotelan dan siswa sekolah kejuruan bidang pariwisata. Dalam pelaksanaan itu telah berhasil beruji kompetensi sekitar 240 peserta.Uji kompetensi ini dilaksanakan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata. Asesor atau penguji yang terlibat dalam uji kompetensi ini berasal dari AKPAR Makassar, Hotel Sahid Jaya Makassar dan Hotel Singgasana. Penguji terbagi dalam berbagai materi, front office, housekeeping, food and beverage service serta food production, serta melibatkan dua orang master assessor, Syamsu Rijal dan Razul Djalle.

Sebenarnya kenapai na harus pegawai atau karyawan hotel yang sudah bekerja bertahun-tahun diuji kembali kompetensinya ? Padahal mereka telah melakukan pekerjaan yang sama bertahun-tahun sehingga tidak diragukan lagi keterampilannya, bahkan beberapa di antara mereka ada yang sudah sampai level supervisor namun masih juga berminat untuk mengikuti uji kompetensi.

Tanggapan negative datang dari seorang housekeeping supervisor sebuah hotel berbintang lima yang berlokasi di kawasan pantai losari. Menurutnya, ngapainG ikut kompetensi sedangkanG saya ini sudah bekerja bertahun-tahun dan sekarang sudah superPisor. Dengan gayanya yang khas (dingin, lucu dan sedikit nyelekit – bagi yang ngerti), Master Assessor Syamsu Rijal memberi jawaban, Valentino Rossi yang kalo tikungan di sirkuit manapun di dunia (kecuali jalan raya) seolah-olah telinganya sampai rapat di aspal, tetapi The Doctor juga akan kelimpungan kalo ketemu polisi lalulintas (terutama yang prit jigo) karena dia ndak punya SIM.

Ya…. ! Uji komptensi bukanlah sekadar untuk membuktikan bahwa kita terampil mengerjakan sesuatu, namun terlebih kepada, apakah ada lembaga atau badan yang mengakui bahwasanya kita terampil ?. Uji Kompetensi juga adalah ajang untuk mengukur, apakah yang kita kerjakan selama ini masih relevan dengan dunia industri ? Apakah kita masih sanggup mengerjakan sebuah task sesuai dengan standar yang telah ditetapkan ?, ataukah kita tak mau beruji kompetensi karena kita takut tidak dapat lagi menampilkan performance yang standar !.

About tettaisla

orang biasa yang mencoba bergaul dengan orang-orang yang biasa melahirkan karya-karya luar biasa
This entry was posted in Paseng. Bookmark the permalink.

7 Responses to Kompeten or Impoten ???

  1. ABRIANTO says:

    Saya setuju dengan di adakannya uji kompetensi agar dapat di ketahui kemampuan mereka….kalau bisa kegiatan seperti itu di adakan setiap tahun…..

  2. RIRIN SINAGA says:

    semua yang bapak tulis diatas it’s absolutely right, dimana2 untuk mengetahui apakah kita capable pada suatu bidang tertentu memang harus ada pengakuan yang formal dari suatu lembaga yang terpercaya…. (but i’m dissapointed too about the “ImpoTen suPerPisor” like in your story above)

  3. mardilanto says:

    yang menilai diri kita kompoten bkn kita sendiri, tapi orang lain.Maka dari itu kita tidak boleh sombong2 amat…Cuapeeedehh!!!!!

  4. jasdin rasding says:

    ujian kompotensi sangatlah penting untuk menguji seberapa jauh kemampuan kita…………apa lagi sebagai seorang hotelier……
    dengan ini kita bisa diakui oleh perusahaan secara formal….
    apa artinya mnjadi seorang supervisor kalo hanya mengakui diriX sendiri dan tidak mau dinilai oleh orang lain.
    apakah dia takut……………..!!!!!!!!!!!!!(dinilai tidak kompoten) TANYA AYaaaaaaM……….?????????????
    sowry p’is kmarin saya ndak sempat ikut karna tidak ada waktu,saya sangat menyesal……………….!!!!!!!!!!!!

  5. yusdi linting says:

    kompetensi memang sangat penting dlm dunia perhotelan yg kita geluti karna itu merupakan tanda bukti bahwa kita punya tanda bukti,(sik)surat ijin kompetensi.pa’kemarin sy sangat mengecewakan bapa dan itu sy sadari.tapi sy janji suatu hari nanti sy akan membuat Bapa bangga!!!.karna sy yakin Tuhan menciptakan sy tidak untuk menjadi org yg tidak berguna,tapi untuk menjadi orang SUKSES.makin banyak kesalahan yg sy buat maka sy semakin siap untuk masa depan.

  6. MULIADI says:

    Sir isla, i am very agree dengan adanya uji kompetensi yang diadakan oleh BNSP dan LSP, selain menambah wawasan dan pengetauan, juga dapat memberi suatu kepuasan tersendiri bagi setiap individu, apakah itu mahasiswa, dosen, atau orang yang sudah ada di dunia industri. kenapa ananda mengatakan demikian karena dengan adanya sertifikat tersebut berarti kita sudah dianggap mempu dalam menjalankan tugas sehari-hari oleh badan yang telah di tunjuk.

  7. Muhammad Anis says:

    banyak orang yang mempunyai ability secara tekhnis maupun non tekhnis sangat luar biasa (bkn luar binasa), namun mereka tidak mempunyai pengakuan tehdap hal tersebut..Oleh karena itu dengan adanya kegitan uji kompetensi yang berdasarkan bidang profesi yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh LSP memberikan kesempatan kapda kita untuk membuktikan diri menjadi yang terbaik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s