SDM, Marketing dan Kreatifitas

image

Hari ini saya bertemu dengan orang-orang yang menurut saya profesional di bidangnya.
Pagi hari saya bertemu dengan dua orang pewarta muda, di sebuah toko yang disebut gembira. Toko tetapi jualan kopi dan mie instant rebus.
Dua pewarta muda ini mengeluhkan masih adanya instansi pemerintah yg sangat sulit untuk diliput, jika liputan itu tidak bersifat seremonial. Saya timpali dengan kata-kata, orang atau lembaga tidak akan menjadi besar karena pujian tetapi kritiklah yang mampu membesarkan kita.
Sekira jam 11.00 saya bertandang ke hotel Aston Makassar untuk monitoring mahasiswa praktikan atau lazim disebut trainee.
Diantar oleh staf HRD yang notabene adalah alumni tempat saya mengajar. Sang alumni sedikit kagok dalam menjelaskan segala sesuatunya kepada saya, tapi saya kuatkan dengan kata-kata, “you’re the boss now, just do it !”.
Setelah selesai berkunjung ke beberapa outlet, bertemulah saya dengan GM hotel tersebut, banyak yang kami perbincangkan mulai dari masalah togem alias toko gembira sampai pada masalah SDM dan penyiapannya, serta quality of service, kutipannya seperti ini :
1. SDM itu harus disiapkan dengan benar, karena siapa lagi yang akan menggantikan kita semua kalau bukan mereka. Pemberian materi kepada mereka haruslah dilakukan dengan memperhatikan pakem-pakem yang berlaku di dunia pariwisata. Anda tidak dapat memotivasi mereka dengan kata-kata penyemangat tetapi dengan sikap yang jauh dari dunia hospitality.
2. Quality of service itu harus difahami oleh seluruh jajaran Anda. Anda harus dapat menjadi contoh atau role model bagi bawahan atau rekan kerja Anda. Sebagai contoh ketika tamu Anda mendapatkan layanan food and beverage, kita akan berhadapan dengan “panca indera” tamu, salah satu inderanya tidak terpenuhi oleh layanan kita maka rusaklah produk itu secara keseluruhan.
3. Property sebagus apapun (apalagi kalau sudah berumur), hanyalah sebuah benda mati. Isi dari property itulah yang Anda harus jaga agar tetap dapat tampil prima dan dibutuhkan kreatifitas dalam menghasilkan produk dan layanan serta jeli dalam melihat pasar.
Sambil menghabiskan cappuccino (hari ini saya minum kopi lumayan banyak, secangkir kopi hitam di rumah, segelas kopi susu di togem dan cappuccino di lobby Aston Makassar) saya membatin, ternyata dunia hospitality ilmunya masih dan masih sama dengan ilmu yang pernah saya kenyam di bangku pendidikan. Tourism is a very detail business. Tourism secara keseluruhan membutuhkan perhatian setidaknya pada tiga hal, SDM, pasar dan, kreatifitas.
Terima kasih Adi, Erick, Husni, Irla Andini Gunawan dan, tentu saja Mr. Joko Budi Jaya

 

| Leave a comment

BUTIR – BUTIR KONSOLIDASI KEPARIWISATAAN 2015

BUTIR-BUTIR KONSOLIDASI PENYATUAN LANGKAH AKSELERASI PEMBANGUNAN DESTINASI DAN INDUSTRI PARIWISATA

Sektor strategis dan Pemangku Kepentingan yang terkait erat dengan Pembangunan Destinasi dan Industri Pariwisata dengan ini meneguhkan komitmen kami untuk mendukung Pembangunan Destinasi dan Industri Pariwisata, melalui upaya-upaya :

  1. Mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan bagi 10 destinasi pariwisata (KSPN) yang menjadi prioritas nasional
  2. Meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi peraturan perundangan yang terkait dengan pengembangan 88 KSPN yang sudah ditetapkan dalam Ripparnas.
  3. Meningkatkan koordinasi dan sinergitas dalam rangka pelindungan, pengembangan dan pemanfaatan serta pengelolaan sumber daya wisata alam, budaya dan buatan/ khusus, dalam rangka meningkatkan  nilai tambah bagi daya saing destinasi pariwisata, peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat;
  4. Meningkatkan aksesibilitas dan konektifitas  antara negara-negara sumber pasar utama dan hub regional dengan hub nasional dan atau destinasi pariwisata di Indonesia, baik dari aspek kualitas maupun kapasitas sarana dan prasarana transportasi darat, laut, udara dan penyeberangan;
  5. Meningkatkan aksesibilitas dan konektifitas antara hub nasional dengan destinasi pariwisata maupun antar destinasi pariwisata di Indonesia, baik dari aspek kualitas maupun kapasitas sarana dan prasarana transportasi darat, laut, udara dan penyeberangan;
  6. Meningkatkan kualitas dan kapasitas prasarana umum, fasilitas umum dan fasilitas wisata untuk kenyamanan kunjungan wisatawan di destinasi pariwisata;
  7. Meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (digitalisasi kepariwisataan) dalam mendukung manajemen informasi kepariwisataan di destinasi pariwisata;
  8. Meningkatkan kesiapan dan peran masyarakat mendukung keberlanjutan destinasi pariwisata dan nilai manfaatnya secara ekonomi bagi masyarakat;
  9. Menyiapkan kebijakan dan iklim kemudahan investasi, prospek peluang investasi dan promosi investasi untuk mendorong kegiatan investasi di berbagai destinasi pariwisata;
  10. Memperkuat eksistensi, hubungan serta komplementaritas peran dan fungsi antar mata rantai usaha pariwisata untuk penguatan ekosistem pariwisata di destinasi pariwisata;
  11. Meningkatkan Standardisasi dan Sertifikasi Usaha bidang Pariwisata untuk penguatan daya saing usaha pariwisata,
  12. Memperkuat pengembangan usaha pariwisata skala Mikro – Kecil – Menengah melalui regulasi dan fasilitasi jaminan usaha;

Jakarta, 30 Oktober 2015

BUTIR-BUTIR KONSOLIDASI PENYATUAN LANGKAH AKSELERASI PENGEMBANGAN PEMASARAN PARIWISATA MANCANEGARA

Sektor strategis dan Pemangku Kepentingan yang terkait erat dengan Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara dengan ini meneguhkan komitmen kami untuk mendukung Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, melalui upaya-upaya :

  1. Mendukung deregulasi untuk meningkatkan jumlah negara yang mendapatkan kebijakan Bebas Visa Kunjungan Singkat (BVKS) ke Indonesia
  2. Mendukung penguatan dan perluasan program-program pencitraan (branding) destinasi pariwisata Indonesia (Wonderful Indonesia) secara eksternal di tingkat internasional
  3. Meningkatkan program-program promosi pariwisata berbasis on line maupun promosi off line;
  4. Meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (digitalisasi kepariwisataan) dalam mendukung manajemen informasi dan basis data pasar wisatawan mancanegara;
  5. Meningkatkan penyelenggaraan event-event di daerah atau destinasi pariwisata untuk menjadi bagian dari Calendar of events nasional

Jakarta, 30 Oktober 2015

BUTIR-BUTIR KONSOLIDASI PENYATUAN LANGKAH AKSELERASI PENGEMBANGAN PEMASARAN PARIWISATA NUSANTARA

Sektor strategis dan Pemangku Kepentingan yang terkait erat dengan Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara dengan ini meneguhkan komitmen kami untuk mendukung Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, melalui upaya-upaya :

  1. Mendukung penguatan dan perluasan program-program pencitraan (branding) destinasi pariwisata Indonesia (Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia) secara internal di wilayah nasional Indonesia.
  2. Meningkatkan program-program promosi pariwisata berbasis on line maupun promosi off line, termasuk pengembangan branding destinasi pariwisata,
  3. Meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (digitalisasi kepariwisataan) dalam mendukung manajemen informasi dan basis data pasar wisatawan nusantara;
  4. Meningkatkan penyelenggaraan event-event di daerah atau destinasi pariwisata untuk menjadi bagian dari Calendar of events nasional

Jakarta, 30 Oktober 2015

BUTIR-BUTIR KONSOLIDASI PENYATUAN LANGKAH AKSELERASI PEMBANGUNAN KELEMBAGAAN KEPARIWISATAAN

Sektor strategis dan Pemangku Kepentingan yang terkait erat dengan Pembangunan Kelembagaan Kepariwisataan dengan ini meneguhkan komitmen kami untuk mendukung Pembangunan Kelembagaan Kepariwisataan, melalui upaya-upaya  :

  1. Memperkuat fungsi dan efektifitas organisasi pemerintah, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat bidang kepariwisataan
  2. Meningkatkan program sertifikasi SDM kepariwisataan
  3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas Lembaga Pendidikan SDM kepariwisataan
  4. Mengembangkan regulasi yang mendukung percepatan pembangunan kepariwisataan,
  5. Meningkatkan kegiatan riset dalam mendukung pengembangan kebijakan pembangunan kepariwisataan,
  6. Meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung manajemen data dan informasi pembangunan kepariwisataan;
  7. Meningkatkan kerjasama dan sinergitas antar lembaga yang terkait dengan kepariwisataan.

Jakarta, 30 Oktober 2015

Posted in Referensi | Leave a comment

Entah

Indonesia telah berusia 70 tahun, bagi saya semuanya berjalan seperti apa adanya, mengalir. Saya tidak bisa berpikir dan berkata seperti para kritikus di luar sana. Apakah saya tidak kritis, tidak sensitif dengan lingkungan atau tidak peduli dengan keadaan ?. Entahlah,,,,.

| Leave a comment

Room Equipment

Beautiful italian home interior design ideas fancy wooden double bed

Sebuah hotel guestroom pada dasarnya adalah sebuah rumah yang diperkecil dan dipraktiskan ukuran dan jumlah fasilitasnya. Hampir semua fungsi sebuah rumah dapat kita jumpai dan gunakan di sebuah hotel guestroom, sehingga tidak salah bila ada ungkapan, ”hotel is a home away from home”.

Sebagai sebuah “replika” rumah, guestroom secara garis besar terdiri atas 3 (tiga) ruang, yaitu bedroom, bathroom dan living room. Untuk beberapa jenis guestroom dilengkapi pula dengan dapur kecil.

Sebuah hotel guestroom di dalamnya akan dijumpai perlengkapan dan kelengkapan kamar. Perlengkapan kamar atau lazim disebut room equipment adalah semua perlengkapan yang wajib ada dalam sebuah guestroom. Sementara kelengkapan kamar atau lazim disebut room facility, adalah semua kelengkapan yang bisa ada atau tidak terdapat dalam sebuah kamar hotel atau hotel guestroom.

Jumlah dan jenis masing-masing room equipment atau room facility, sangat tergantung dari kelas dan manajemen sebuah property.

Foto Illustrasi: denoxa.com

Posted in Room Division | Leave a comment

Guestroom Linen

Guestroom dilengkapi dengan room equipment, room facilities, guestroom linen maupun guestroom supplies. Semua perlengkapan dan kelengkapan tersebut bertujuan untuk memberikan rasa nyaman, aman, kemudahan dan privacy kepada setiap tamu yang menghuni sebuah guestroom.
Guestroom linen, adalah semua perlengkapan dan kelengkapan kamar, terbuat dari kain, serat sintetik atau bahan lain yang menyerupai kain.
Guestroom linen yang ada di bed/living room dapat berupa day/glass curtain, nite/blind curtain, bed sheet/bedspread, blanket, bed skirt, bed pad, duvet, bed cover dan lain-lain. Sedangkan untuk yang ada di bathroom berupa aneka macam towels dan lain-lain.
Jenis, jumlah, corak dan ukuran guestroom linen sangat bervariasi, tergantung dari besar kecil maupun kebijakan manajemen sebuah property.

Foto Illustrasi : koleksi wyndhammidtown45.com

Posted in Room Division | Leave a comment

Alat dan Bahan Pembersih Guestroom

Dalam menyiapkan guestroom proses pembersihan memegang peranan penting karena syarat utama sebuah guestroom siap jual adalah bersih, dan bersih hanya bisa diciptakan melalui proses pembersihan. Untuk melakukan proses pembersihan yang baik maka dibutuhkan pemahaman terhadap tata cara pembersihan atau cleaning technique yang baik. Untuk melakukan cleaning technique dengan benar dibutuhkan pemahaman akan peralatan dan bahan pembersih.

  1. Alat Pembersih

Alat pembersih adalah semua peralatan yang digunakan selama proses pembersihan maupun peralatan yang digunakan setelah proses pembersihan selesai, untuk membersihkan peralatan pembersih yang telah digunakan dalam menyiapkan guestroom .

Pemilihan alat pembersih guestroom sangat dipengaruhi oleh bangunan fisik kamar, room equipment dan guestroom facility yang ada di dalamnya. Pemahaman tentang bahan fisik sebuah guestroom maupun room equipment dan guestroom facility sangat dibutuhkan untuk memudahkan pemilihan cleaning technique yang tepat.

Adapun alat pembersih yang wajib disiapkan dalam menyiapkan sebuah guestroom, antara lain adalah :

BED/LIVING ROOM BATHROOM
Soft cloth

Cotton cloth

Bottle sprayer

Glass wiper/squeegees

Broom

Dust pan

Mop

Mop trolley

Bucket

Vacuum cleaner

Dan lain-lain

Cotton cloth

Rug

Scrubber/steel wool

Sponge

OO towel

Bottle sprayer

Glass wiper/squeegees

Broom

Dust pan

Mop

Mop trolley

Bucket

Water scoop

Toilet bowl brush

Dan lain-lain

  1. Bahan Pembersih

Melaksanakan proses pembersihan disamping membutuhkan pengetahuan tentang cleaning technique dan cleaning equipment/material, juga memerlukan pengetahuan tentang bahan pembersih atau cleaning supplies.

Bahan pembersih yang digunakan dalam menyiapkan kamar tamu dapat berupa pasta. powder atau liquid, penggunaan bahan pembersih ini haruslah dilakukan dengan benar mengingat sebagian bahan pembersih tersebut memiliki reaksi kima yang dapat merusak permukaan benda yang dibersihkan atau mengganggu kesehatan bagi penggunanya. Gunakan bahan pembersih sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan bahan pembersih.

Bahan-bahan pembersih tersebut di atas antara lain, abrassive powder, multi purpose cleaner, glass cleaner maupun metal cleaner and polisher, dan lain-lain.

Foto illustrasi sumber : slideshare.net

Posted in Room Division | Leave a comment

GROOMING

 

Dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), khususnya untuk kompetensi menyiapkan kamar tamu, penilaian kompetensi seorang petugas kamar atau pramukamar dimulai dari grooming. Grooming ini mencakup cara berpakaian sampai pada tingkah laku seorang pramukamar dalam melaksanakan tugasnya.

Pakaian seragam karyawan hotel, tidak saja berfungsi sebagai trade mark sebuah hotel, identitas diri karyawan namun juga sebagai sarana untuk meningkatkan jiwa korsa karyawan. Perasaan senasib sepenanggungan akan tercipta melalui penggunaan pakaian seragam. Disamping itu bagi para tamu atau pengguna jasa sebuah hotel, akan dengan mudah membedakan tugas setiap karyawan berdasarkan pakaian seragam yang dikenakan oleh setiap karyawan hotel.

Disamping memperhatikan penggunaan seragam, seorang pramukamar juga harus kebersihan diri, kesehatan secara fisik dan mental. Pramukamar wajib menghafal dan mebiasakan diri untuk mengucapkan magic words, memiliki jiwa senang membantu orang lain (willing to serve) serta memiliki sifat jujur.

Untuk menciptakan seorang petugas kamar yang memiliki penampilan prima, haruslah dimulai dari penyiapan diri masing-masing dengan membudayakan beberapa hal, antara lain :

  1. Rutin beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan
  2. Mandi minimal 2 kali sehari
  3. Menggosok gigi minimal 2 kali sehari
  4. Mengganti pakaian dalam minimal 2 kali sehari
  5. Mengganti kaos kaki setiap hari
  6. Menjaga kebersihan kepala/rambut, mata, telinga dan badan secara keseluruhan
  7. Membersihkan mulut/gigi 6 bulan sekali
  8. Mengenakan pakaian yang sesuai ukuran
  9. Berolah raga secara teratur

 

 

 

Posted in Room Division | Leave a comment

Room Attendant

Hotel-Service-Apartment-Country-Club-Housekeeping-Room-Attendant-Housekeeper-uniform-design-766x500

courtesy : modoleen.com

Usaha pariwisata perhotelan pada dasarnya menjadikan kamar tamu sebagai “jualan” utamanya, disamping produk lain seperti penjualan makan dan minuman serta penyelenggaraan perhelatan atau konvensi. Berdasarkan hal tersebut maka peranan seorang petugas kamar atau room attendant sangat dibutuhkan, room attendant tidak hanya bertugas dalam menyiapkan kamar tamu agar benar-benar siap untuk dijual atau ditempati oleh tamu, namun juga bertanggung jawab dalam menjaga reputasi baik sebuah hotel.
Seorang room attendant setidaknya mempunyai 5 tugas pokok (American Hotel & Lodging Educational Institute), yaitu :
1. Guest Relation; menjaga hubungan baik dengan tamu (guest relation), merupakan tugas semua karyawan hotel termasuk room attendant. Dengan terjalinnya hubungan baik antara tamu dengan room attendant diharapkan tamu akan betah menempati kamarnya, dan pada akhirnya menjadikan hotel tersebut sebagai pilihan utamanya untuk menginap.
2. Menjaga Keselamatan Tamu dan Keamanan Kamar; room attendant turut bertanggung jawab atas keselamatan utamanya pada saat tamu menempati kamarnya. Petugas kamar harus dapat memastikan bahwa seluruh perabotan kamar tidak akan mencelakan tamu apabila digunakan dengan benar. Disamping itu seorang room attendant diwajibkan juga untuk memeriksa keadaan dan fungsi perabotan kamar serta membuat laporan tentang kerusakan atau tidak berfungsinya perlengkapan atau perabotan kamar
3. Membersihkan Ruang Tidur; pekerjaan utama yang harus mampu dilakukan oleh room attendant adalah menata tempat tidur. Disamping itu petugas kamar juga harus mampu membersihkan seluruh area kamar tidur dan memastikan tidak bagian yang terlewatkan serta melengkapi kelengkapan kamar tidur.
4. Membersihkan Kamar Mandi; pekerjaan utama lainnya yang harus mampu dilakukan oleh seorang room attendant adalah membersihkan kamar mandi serta melangkapinya dengan lena dan kelengkapan kamar mandi lainnya. Dalam membersihkan kamar mandi, room attendant harus menerapkan prinsip-prinsip dasar sterilisasi seperti mencuci, menggosok dan membilas serta mengeringkan. Dalam melakukan pekerjaan membersihkan kamar mandi, room attendant juga harus mampu menjaga kesehatan dirinya.
5. Tugas Administrasi; dalam melaksanakan pekerjaannya seorang room attendant juga harus mampu melaksanakan pekerjaan-pekerjaan administrasi kamar, seperti mengisi formulir kerja, laporan tentang jumlah tamu setiap kamar, membuat laporan kerusakan dan perbaikan, serta membuat laporan kehilangan dan penemuan.
Persyaratan untuk menjadi seorang room attendant sangat bervariasi, namun ada beberapa acuan yang dikeluarkan oleh William Angliss Institue, seperti :
1. enjoy practical work
2. neat personal appearance
3. good personal hygiene
4. honest and reliable
5. able to cope with the physical demands of the job
6. able to stay calm in difficult situations.(William Angliss Institute)

Posted in Room Division | Leave a comment

Pengalihan Isu

Displaying image.jpeg

Semua dari kita yang pernah belajar tentang kebijakan publik akan paham dengan kata-kata: agenda setting; policy formulation; decision making; sampai pada policy evaluation (lihat Howlet dan Ramesh, 1995).
Kebijakan (policy) tidak dapat disamakan dengan kebijaksanaan (wisdom). Kebijakan memerlukan telaah komprehensif dan melibatkan banyak pihak, sementara kebijaksanaan adalah keputusan yang diambil oleh perseorangan yang terkadang tanpa telaah komprehensif serta tidak melibatkan banyak pihak.
Kebijakan dapat diartikan sebagai suatu keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu (lihat Thomas Dye, 1981). Kebijakan dapat pula diartikan sebagai sebuah patron yang dibuat agar setiap orang mempunyai pola yang sama dalam mengerjakan sesuatu.
Saat ini sangat ramai diperbincangkan perseteruan antara KPK dan Polri, pada dasarnya ini adalah isu. Isu ada yang terjadi dengan sendirinya ada pula yang sengaja didesain utk kemudian dihembuskan ke khalayak. Isu yang dihembuskan ke masyarakat sejatinya untuk mengukur pendapat masyarakat atau sering disebut test water, tentang sebuah kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah.
Sifat dari setiap isu itu adalah berlomba utk mengemuka, bertujuan untuk “menggoda” agar diperhatikan oleh pemerintah untuk selanjutnya dibuatkan sebuah kebijakan.
Di sisi lain, akhir-akhir ini juga terjadi pembicaraan antara pemerintah Indonesia dengan pihak freeport. Karena sifatnya masih pembicaraan, maka saya menyebutnya sebagai sebuah isu. Dalam isu tersebut terkandung perihal sistem kontrak karya antara freeport dengan pemerintah Indonesia, tentu saja ada pula isu siapa mendapatkan apa dan berapa ?.
Isu lain adalah tentang pembelian minyak oleh pemerintah Indonesia ke Senegal. Isu ini pernah ramai tapi entah kenapa perlahan tapi pasti menjadi redup.
Jika kedua isu terakhir mendominasi ruang publik, dapat dipastikan akan ramai karena ada “fee” yang bermain di ranah itu. Fee itu harus diketahui oleh masyarakat luas sehingga tidak terjadi kecurigaan-kecurigaan yang berujung pada fitnah keji.
Saya berharap semoga isu KPK dan Polri ini terjadi semata-mata dengan sendirinya, dan bukan sengaja di-setting untuk menutupi isu freeport dan pembelian minyak  Senegal. Wallahualam Bissawwab.

Posted in potpourri | Leave a comment